Kota Cilegon menunjukkan kepeduliannya melalui inisiatif Cilegon Bergerak, sebuah gerakan sosial yang digagas untuk merespon kondisi darurat di berbagai wilayah Indonesia. Kali ini, perhatian tertuju pada kondisi pemukiman warga di Sumatera Utara yang sedang berjuang membersihkan lingkungan pasca terendam banjir besar. Pengurus PRSI di tingkat kota segera menghimpun sumber daya dan dukungan untuk memberikan bantuan yang bersifat praktis dan fungsional guna mempercepat proses pemulihan lingkungan di area terdampak.
Salah satu tantangan terbesar bagi masyarakat setelah air banjir surut adalah tumpukan lumpur dan sampah yang membawa berbagai risiko penyakit. Oleh karena itu, pengurus secara spesifik memutuskan untuk menyediakan bantuan alat kebersihan sebagai prioritas pengiriman. Alat-alat seperti pompa air untuk pembersihan, sekop, cangkul, sikat keras, serta cairan disinfektan dalam jumlah besar dikirimkan untuk membantu warga memulai proses normalisasi tempat tinggal mereka. Peralatan ini seringkali terlupakan, namun keberadaannya sangat krusial agar warga bisa segera kembali menghuni rumah mereka dengan aman.
Sasaran distribusi bantuan ini adalah pemukiman padat penduduk yang dihuni oleh banyak warga Medan yang terdampak cukup parah. Tim relawan yang berangkat dari Cilegon tidak hanya mengirimkan barang, tetapi juga melakukan pemetaan untuk memastikan bantuan diserahkan ke titik-titik yang paling membutuhkan. Di lapangan, terlihat antusiasme warga saat menerima alat-alat tersebut, karena keterbatasan alat seringkali membuat proses pembersihan rumah menjadi sangat lambat dan melelahkan. Dengan alat yang memadai, pekerjaan yang sebelumnya memakan waktu berhari-hari dapat diselesaikan dengan lebih cepat.
Partisipasi PRSI dalam aksi ini juga menyoroti pentingnya peran komunitas olahraga dalam fase rehabilitasi pasca bencana. Jika pada saat bencana fokus utama adalah evakuasi, maka pada fase setelahnya, fokus harus bergeser pada kesehatan lingkungan. Para atlet muda dari Cilegon turut dilibatkan dalam kampanye penggalangan alat-alat ini, yang bertujuan untuk menanamkan rasa tanggung jawab sosial sejak dini. Mereka diajarkan bahwa kebersihan adalah bagian dari disiplin atlet, dan membantu orang lain mencapai lingkungan yang bersih adalah prestasi kemanusiaan yang mulia.
