Fenomena e-sport telah mengubah lanskap olahraga global, dan kini merambah ke level daerah. Kota Cilegon menunjukkan minat serius untuk kembangkan E-Sport, mengakui potensi industri dan bakat pemain muda lokal. Namun, inisiatif ini memunculkan pertanyaan kritis bagi publik: Berapa anggaran daerah yang digelontorkan untuk Game Online? Pertanyaan ini menyangkut prioritas kebijakan fiskal daerah, terutama ketika olahraga konvensional masih menghadapi keterbatasan dana dan fasilitas.
Langkah Cilegon untuk kembangkan E-Sport didasari oleh data bahwa basis pemain game online sangat besar di kalangan remaja dan pemuda. E-sport dianggap sebagai saluran positif untuk kreativitas dan potensi kompetitif, serta dapat menjadi sumber penghasilan baru bagi atlet digital. Pembangunan ekosistem e-sport di Cilegon meliputi pembentukan asosiasi resmi, penyelenggaraan turnamen berjenjang, dan bahkan pembangunan training center digital. Namun, semua ini membutuhkan dukungan finansial yang substansial dari APBD.
Persoalan berapa anggaran daerah yang digelontorkan untuk Game Online menjadi sensitif karena adanya perbandingan alokasi dana dengan cabang olahraga tradisional. Masyarakat dan komunitas olahraga konvensional perlu mengetahui secara transparan porsi dana yang dialokasikan untuk e-sport dibandingkan dengan sepak bola, bulutangkis, atau renang. Jika alokasi untuk e-sport terlalu besar sementara cabang olahraga konvensional masih kekurangan dana try out atau perawatan fasilitas, kebijakan ini dapat memicu kritik tajam mengenai ketidakseimbangan prioritas.
Cilegon harus memastikan bahwa anggaran daerah yang digelontorkan untuk Game Online memiliki dasar perhitungan yang rasional dan akuntabel. Pendanaan harus difokuskan pada investasi infrastruktur yang bersifat long-term, seperti penyediaan internet berkecepatan tinggi di public space atau pembangunan e-sport arena yang dapat digunakan bersama, alih-alih hanya untuk hadiah turnamen sesaat. Transparansi anggaran juga harus mencakup rincian biaya pelatihan pelatih e-sport berlisensi dan program edukasi mengenai gaming yang sehat.
Keberhasilan Cilegon kembangkan E-Sport sangat bergantung pada kemampuan pemerintah daerah dalam mengomunikasikan visi dan rincian anggarannya kepada publik. Pemerintah perlu menjelaskan bagaimana investasi ini sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan bagaimana e-sport akan berkontribusi pada penciptaan lapangan kerja dan peningkatan citra daerah.
Pada akhirnya, menjawab pertanyaan berapa anggaran daerah yang digelontorkan untuk Game Online adalah langkah awal untuk transparansi fiskal. Inisiatif Cilegon untuk kembangkan E-Sport adalah hal yang progresif, namun harus diimbangi dengan kehati-hatian finansial dan akuntabilitas publik untuk memastikan bahwa dana rakyat digunakan secara merata dan bertanggung jawab untuk seluruh sektor olahraga, baik yang fisik maupun digital.
