Bagi seorang perenang profesional, menghabiskan waktu berjam-jam di dalam air bukanlah hal asing. Namun, paparan kaporit yang terus-menerus sering kali menjadi masalah kesehatan serius, mulai dari iritasi mata hingga gangguan pada kesehatan kulit. Menyadari hal tersebut, PRSI Cilegon mengambil inisiatif inovatif dengan melakukan modernisasi sistem sanitasi air. Mereka kini menerapkan teknologi sinar ultraviolet (UV) sebagai pengganti kaporit untuk menjernihkan dan mensterilkan air di fasilitas kolam renang milik daerah, yang menjadi langkah besar dalam menjamin kesehatan para atlet.
Penggunaan kaporit memang lazim ditemukan, namun residu kimianya sering kali memberikan dampak negatif bagi kesehatan atlet dalam jangka panjang. PRSI Cilegon memahami bahwa performa atlet sangat dipengaruhi oleh kenyamanan fisik mereka. Ketika atlet merasa tidak nyaman akibat kulit yang kering, gatal, atau mata yang perih setelah latihan, motivasi dan fokus mereka dapat menurun. Oleh karena itu, penerapan sterilisasi berbasis UV dipilih karena kemampuannya dalam membunuh bakteri, virus, dan mikroorganisme berbahaya tanpa harus menambahkan bahan kimia yang keras ke dalam air.
Transisi ke arah kolam renang yang lebih aman ini tidak terjadi dalam semalam. PRSI Cilegon melakukan uji coba mendalam terhadap sistem sirkulasi air yang terintegrasi dengan perangkat lampu ultraviolet berkekuatan tinggi. Kelebihan utama dari metode ini adalah air tetap jernih dan tidak berbau tajam layaknya kolam yang menggunakan kaporit berlebih. Selain itu, ini merupakan langkah konkret dalam menjaga keberlanjutan lingkungan. Air yang dibuang dari fasilitas ini tidak lagi mengandung residu kimia berbahaya yang dapat mencemari saluran air kota, sehingga memberikan dampak positif bagi ekosistem sekitar secara lebih luas.
Bagi para atlet, perubahan ini disambut dengan sangat positif. Latihan yang sebelumnya sering kali terhambat oleh iritasi kulit kini dapat berlangsung dengan jauh lebih nyaman. Kesehatan kulit menjadi aset penting bagi atlet, terutama dalam menjaga kepercayaan diri mereka. Atlet melaporkan bahwa mereka bisa berlatih lebih lama dengan intensitas yang lebih stabil karena tidak lagi terganggu oleh faktor eksternal yang memicu iritasi. Ini secara tidak langsung berkontribusi pada peningkatan kualitas sesi latihan harian dan mempercepat progres teknik berenang mereka secara keseluruhan.
