Tips PRSI Cilegon: Atasi Mata Merah dan Iritasi Setelah Berenang

Penyebab utama dari munculnya Mata Merah setelah berenang sering kali dikaitkan dengan kadar klorin atau kaporit di dalam air kolam. Namun, fakta medis menunjukkan bahwa iritasi sebenarnya disebabkan oleh chloramines, yaitu senyawa kimia yang terbentuk ketika klorin bercampur dengan keringat, minyak tubuh, atau sisa urin di air. Senyawa inilah yang bersifat korosif ringan terhadap lapisan tipis air mata yang melindungi kornea kita. Tanpa perlindungan lapisan ini, mata menjadi sangat sensitif terhadap bakteri dan bahan kimia lainnya yang ada di sekitar area kolam.

Gejala Iritasi biasanya muncul dalam bentuk rasa mengganjal, perih seperti terbakar, hingga pandangan yang sedikit kabur sesaat setelah keluar dari air. Tips pertama dan yang paling mendasar adalah selalu menggunakan kacamata renang (goggles) yang memiliki segel kedap air yang baik. Pastikan kacamata tersebut pas dengan bentuk wajah agar tidak ada celah bagi air kolam untuk masuk. Penggunaan kacamata bukan hanya soal gaya, melainkan alat pelindung diri utama yang mencegah kontak langsung antara jaringan halus mata dengan zat kimia agresif.

Langkah selanjutnya setelah selesai Berenang adalah segera membilas wajah dan tubuh dengan air bersih yang mengalir. Banyak orang mengabaikan hal ini dan membiarkan air kolam mengering di kulit dan area sekitar mata, yang justru memperpanjang paparan zat kimia. PRSI Cilegon menyarankan penggunaan obat tetes mata yang bersifat melembapkan atau artificial tears untuk membantu membilas sisa klorin yang mungkin tertinggal dan mengembalikan kelembapan alami mata. Hindari menggunakan obat tetes mata yang berfungsi untuk “menghilangkan merah” secara instan (vasokonstriktor) secara berlebihan, karena justru dapat menyebabkan efek pantulan merah yang lebih parah di kemudian hari.

Selain penanganan luar, faktor kebersihan kolam itu sendiri memegang peranan vital. Pengelola kolam renang diimbau untuk selalu menjaga keseimbangan pH air di angka ideal, yaitu antara 7,2 hingga 7,8. Jika pH air terlalu tinggi atau terlalu rendah, fungsi klorin tidak akan maksimal dan potensi iritasi pada mata serta kulit akan meningkat drastis. Sebagai perenang yang cerdas, kita juga bisa berkontribusi dengan cara selalu mandi (shower) sebelum masuk ke kolam guna meminimalkan zat organik yang dibawa tubuh, sehingga pembentukan chloramines yang memicu iritasi dapat ditekan.